10 Sep 2021 10:43
Mitos-mitos Vaksin Covid-19, Ada yang Bikin Mandul?
Oleh Christine Natalie
Image Description. Sumber: Unknown

Tangerang, OneSmile - Program vaksinasi Covid-19 semakin digencarkan oleh pihak pemerintah maupun swasta. Namun sayangnya, di saat yang bersamaan malah beredar mitos-mitos mengenai vaksin. Mitos yang tidak jelas kebenarannya tersebut membuat banyak orang enggan menerima vaksin Covid-19.

Melansir situs Covid19.go.id, setidaknya ada tiga mitos populer mengenai vaksin Covid-19. Apa saja? Simak uraiannya di bawah ini.

1. Bikin mandul

Vaksin Covid-19 disebut akan menimbulkan kemandulan bagi penerimanya. Terkait hal tersebut, ahli vaksin yang berspesialisasi dalam bidang epidemiologi pneumokokus Dr. Katherine O'Brien mengatakan bahwa vaksin tidak dapat menyebabkan kemandulan.

“Ini adalah rumor yang telah beredar tentang banyak vaksin yang berbeda dan rumor tersebut tidak benar. Tidak ada vaksin yang menyebabkan kemandulan,” kata Kate dalam sesi wawancara Episode 24 tentang Vaccine myths vs science bersama World Health Organization (WHO).

2. Perubahan DNA

Penerima vaksin Covid-19 disebut akan memiliki risiko perubahan Deoxyribonucleic Acid (DNA). DNA sendiri merupakan materi genetik yang diturunkan untuk menentukan sifat dan karakteristik fisik seseorang.

Kate yang juga ahli epidemiologi dan dokter penyakit menular mengatakan tidak mungkin vaksin dapat mengubah DNA seseorang.

“Kami sudah sering mendengar rumor ini. Kami memiliki dua vaksin sekarang yang disebut sebagai vaksin mRNA, dan tidak mungkin mRNA dapat berubah menjadi DNA sel manusia kita,” ucapnya.

3. Mengandung bahan kimia berbahaya

Mitos selanjutnya yang beredar di masyarakat adalah kandungan vaksin yang berbahaya. Vaksin Covid-19 disebut mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh.

Kate mengungkap bahwa isu vaksin mengandung bahan kimia berbahaya adalah mitos besar. Vaksin yang disuntikkan ke penerimanya dipastikan aman karena sudah lulus uji secara berat .

“Vaksin memang mengandung sejumlah elemen yang berbeda dan masing-masing telah diuji. Sebelum diberikan kepada manusia, mereka diuji pada hewan dan diuji untuk masalah apapun pada hewan. Dan baru kemudian mereka masuk ke manusia di mana kami menguji dalam uji klinis dengan puluhan ribu orang akhirnya menerima vaksin sebelum mereka diizinkan untuk digunakan di masyarakat umum,” tutur Kate.

Itulah tiga mitos vakin Covid-19 yang beredar di masyarakat luas. Kamu sendiri pernah dengar mitos yang mana nih?

Jangan mudah percaya dengan isu-isu yang tidak jelas kebenarannya baik mengenai vaksin atau hal lainnya. Pastikan kamu mendapatkan informasi dari sumber yang resmi ya.

Yuk, bantu pemerintah mencapai target kekebalan kelompok atau herd immunity dengan melalukan vaksinasi Covid-19. Jika setidaknya 70% penduduk di suatu populasi sudah divaksin, maka bisa tercapai kekebalan kelompok.

Berita BSD Lainnya Untuk Anda
This is just a placeholder text. Please enter a description here. Long or Short is okay.