Tangerang, OneSmile - Siapa yang hobi membeli buku tapi tidak pernah dibaca? Biasanya ini terjadi karena perilaku menunda-nunda untuk membaca atau sudah tidak tertarik lagi dengan buku tersebut. Alhasil, banyak buku baru yang hanya tergeletak di sudut rumah atau lemari.
Perilaku nge-“ghosting” buku baru ini namanya tsundoku. Dalam budaya Jepang, tsundoku berasal dari kata “tsunmu” yang artinya menumpuk dan “doku” yang artinya membaca. Dengan menyatukan kedua kata tersebut, tsundoku artinya membeli bahan bacaan dan menumpuknya. Konteks buku di sini juga berlaku untuk yang suka download e-book atau jurnal, lho!
Kamu perlu tahu kalau tsundoku berbeda dengan bibliomania. Seorang yang suka membeli buku untuk koleksi disebut bibliomania, sedangkan orang yang Tsundoku sangat antusias atau tertarik untuk membeli sebuah buku, tapi sampai rumah tidak mau dibaca. Akhirnya hanya mengeluarkan uang tanpa dapat manfaat dari ilmu di dalam buku.
Oleh karena itu, daripada kamu merasa bersalah dan buang-buang uang, coba praktekin empat cara di bawah ini dari mantan Medium Japan Editor Sayaka Nogawa. Tujuannya agar stop “ghosting”-in buku kamu yang secara tak sadar itu menjadi gaya hidup yang merugikan.
1. Buat limit untuk membeli buku
Cara pertama adalah memberi jatah pada setiap pembelian buku. Misalnya kamu boleh membeli satu buku setelah selesai membaca semua buku yang sebelumnya.
Kalau memang sudah tidak tertarik lagi dengan buku yang ada di rumah, kamu bisa menjual buku lewat aplikasi preloved atau memberikannya kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Alternatif tersebut lebih baik dibanding buku tersebut hanya diam termakan usia di dalam lemari.
2. Riset sebelum membeli
Lebih baik meluangkan waktu untuk riset buku demi menghindari sikap impulsif membeli buku. Kamu bisa melakukan riset dengan cara membaca review tentang isi buku itu sendiri.
3. Membuat wishlist buku
Siapa yang suka beli buku karena sampulnya yang menarik atau estetik? Atau kamu beli karena judulnya saja yang menarik? Hati-hati nanti kamu bisa tsundoku!
Agar idak terjebak dengan hal tersebut, cobalah buat daftar buku yang kamu ingin beli. Lebih baik lagi kalau setelah beli buku, kamu bisa menjadwalkan waktu maksimal selesai membaca untuk memastikan kalau buku tersebut benar-benar dibaca.
4. Mencari tahu motivasi diri
Hindari beli buku yang sedang tren atau best-seller. Coba tanya dulu ke dalam diri alasan kamu harus membaca ini dan apa dampaknya untuk kamu? Apakah pembahasan dalam buku tersebut relevan dengan permasalahan ini saat ini?
Perlu diingat bahwa membaca seharusnya adalah aktivitas yang menyenangkan bukan kompetisi ataupun keharusan. Meski membeli buku adalah langkah pertama menuju “jendela dunia” tapi kita juga harus memilah berdasarkan kebutuhan supaya “jendela” dapat terbuka dengan lebar.