Tangerang, OneSmile - Apakah kamu mau membeli rumah bekas? Terkadang membeli rumah bekas menjadi alternatif karena ingin mencari harga yang lebih murah atau lokasinya strategis dengan tempat umum.
Mungkin terlihat mudah dibandingkan membeli rumah baru, tetapi ternyata sama sulitnya. Masih ada yang harus kamu pertimbangkan sebelum membeli rumah bekas agar tidak rugi. Berikut ini adalah 5 tips yang kamu bisa terapkan.
1. Memastikan kelengkapan dokumen
Ada dua dokumen rumah yang kamu harus pastikan kelengkapannya, yaitu Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM)/Hak Guna Bangunan (HGB). Terlebih kalau kamu berencana untuk pakai Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari bank, keutuhan dua dokumen tersebut menjadi sangat penting.
Meskipun ada dokumennya, jangan lupa untuk memeriksa apakah bermasalah atau tidak. Kamu bisa memastikannya di kantor pertanahan setempat supaya dapat menanyakan kepada pemilik sebelumnya bila ada perbedaan data.
2. Survei rumah untuk atur biaya
Tentunya sebelum beli rumah, kamu harus melakukan survei. Akan lebih baik kalau mengajak seorang yang ahli di bidangnya supaya lebih yakin dengan kondisi bangunan.
Masalahnya, kamu harus tahu kondisi rumah untuk menyiapkan biaya renovasi karena biasanya rumah bekas punya beberapa kekurangan. Dengan survei, kamu bisa mengira-ngira apakah rumah tersebut perlu biaya tambahan atau tidak.
3. Cari tahu usia rumah
Dengan tahu usia rumah, kamu bisa tahu risiko apa saja yang harus dihadapi. Memang biasanya harga rumah bekas yang tergolong tua akan lebih murah daripada rumah-rumah baru. Namun, biasanya semakin banyak hal yang kamu harus renovasi.
Biasanya hunian bekas yang sudah ditinggali lebih dari 25 tahun tergolong tua. Sementara itu, rumah bekas berusia 10 sampai 25 tahun masuk ke kategori sedang. Kalau di bawah 10 tahun ke bawah, masih dapat dibilang baru.
4. Amati sumber air dan listrik
Saat ini, tidak mungkin manusia hidup tanpa air dan listrik, kan? Makanya, jangan lupa untuk mengamati sumber air bersih dan daya listrik agar sesuai dengan kebutuhanmu.
Biasanya letak pompa atau sumur artesis yang ideal berjarak minimal 10 meter dari septic tank rumah. Jauhnya jarak ini akan mempengaruhi kualitas air. Namun, bila hunian bekas tersebut menggunakan air jenis PAM, pastikan pemilik rumah sebelumnya tidak punya masalah dengan tagihan air.
Sama halnya dengan listrik, kamu harus pastikan apakah dayanya cukup untuk menghidupkan segala peralatan elektronik di rumah. Soalnya, kamu masih bisa melakukan penambahan daya secara online lewat situs PLN. Selain itu, perhatikan juga kondisi instalasi kabel untuk menghindari listrik korslet.
5. Cocokan lingkungan sekitar dengan kriteria pribadimu
Selagi melakukan survei rumah, kamu juga bisa melihat lokasi sekitar, terlebih lingkungannya. Pastikan apakah tempat tinggalmu itu bebas dari banjir, bagaimana akses terhadap angkutan umum, dan perhatikan apakah lingkungan tersebut aman untuk keluarga.
Soalnya, kamu pasti mau punya rumah yang nyaman untuk ditempati, kan? Makanya, jangan ragu untuk berbincang dengan tetangga untuk mencocokan keadaan sekitar dengan kriteriamu. Pastikan tetap menerapkan protokol kesehatan supaya semua aman.
Gimana? Apakah sudah siap untuk hunting rumah baru? Kalau mau yang pasti terpercaya, Sinar Mas Land telah menyediakan hunian yang modern dan dinamis dengan lingkungan sekitar multikultural. Huniannya dekat dengan berbagai fasilitas mulai dari fresh modern market, kolam renang, hingga trek jogging dengan keamanan 24 jam. Yuk cek rumah impianmu di https://sinarmasland.com/development/residential